Satu Dekade KIBI: Rakernas XVI di Universitas YARSI Tegaskan Komitmen Akselerasi Tridharma dan Jejaring Internasional

JAKARTA – Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI pada tanggal 11 Mei 2026. Mengambil tempat di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta, Rakernas tahun ini mengusung tema yang sarat akan visi strategis: “Satu Dekade KIBI: Menguatkan Kolaborasi, Mengakselerasi Dampak Tridharma Ilmu Biomedis untuk Indonesia”.

Pertemuan akbar ini merefleksikan perjalanan sepuluh tahun KIBI dalam mengawal perkembangan ilmu biomedik di tanah air. Peserta yang hadir pada kegiatan ini merupakan perwakilan dari 38 program studi (terdiri atas 4 Program Sarjana, 23 Program Magister, dan 11 Program Doktor) anggota KIBI yang berasal dari 26 universitas terkemuka di Indonesia.

Sepanjang pelaksanaannya, Rakernas XVI KIBI memfokuskan pembahasan pada tujuh area krusial yang menentukan arah tata kelola akademik ke depan, yaitu Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Penjaminan Mutu & Akreditasi, Kerja Sama & Promosi, Publikasi Ilmiah, dan Penataan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KIBI.

Kegiatan Rakerna XVI juga diisi oleh narasumber utama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T yang hadir secara online. Beliau memaparkan materi penting bertajuk "Kolaborasi Akademik, Riset, dan Pengabdian Masyarakat Berdampak", yang menekankan pentingnya sinergi dunia akademik dalam menghasilkan luaran penelitian yang relevan dan aplikatif bagi masyarakat luas.

Suasana Rakernas XVI KIBI di Fakultas Kedokteran YARSI

Dukungan Tokoh Penting dan Dewan Penasehat

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah jajaran pimpinan dan tokoh sentral di dunia kedokteran dan pendidikan tinggi, di antaranya Prof. Fasli Jalal selaku Rektor Universitas YARSI, dan Prof. Tjandra Yoga Aditama selaku Direktur Pascasarjana Universitas YARSI yang bertindak sebagai tuan rumah.

Dari internal konsorsium, agenda dipimpin langsung oleh Ketua KIBI, Prof. Asmarinah, serta dikawal oleh para tokoh senior selaku Dewan Penasihat KIBI, yaitu Prof. Mohamad Sadikin dan Prof. Loeki Enggar Fitri.

"KIBI merupakan organisasi keilmuan yang dibentuk untuk memperkuat sinergi antar prodi ilmu biomedis di Indonesia dalam skema Tridharma perguruan tinggi. Dalam menjalankan misinya, KIBI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan peserta didik, penguatan tata kelola akademik, pengembangan jejaring penelitian, serta perluasan kerja sama internasional," ujar Prof. Rina.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kepakan sayap KIBI di tingkat global kian nyata dari tahun ke tahun melalui kemitraan strategis dengan institusi luar negeri. KIBI tercatat telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tsukuba University, Jepang pada tahun 2019. Langkah ini disusul penandatanganan kerja sama dengan NICM/Western Sydney University, Australia pada Mei 2025 yang lalu. Ke depan, KIBI tengah mematangkan rencana kolaborasi riset penanganan leptospirosis bersama IRIA–Akkon University Jerman. "Kemudian, KIBI juga menjalin kerja sama dengan DIGM dan Universitas Münster, Jerman," tambah Prof. Rina.

Melalui momentum satu dekade ini, Rakernas XVI diharapkan dapat memajukan pendidikan biomedis nasional, sekaligus memantapkan posisi Indonesia dalam peta riset biosains dan kesehatan global. (FMS)